Ketika kita mengeluh : "Ah mana mungkin...."
Allah menjawab : "Jika aku menghendaki, cukup ku berkata "Jadi", maka jadilah (Qs. Yasin : 82)
Ketika kita mengeluh : "capek atau lelah"
Allah menjawab: "...dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat." (Qs. An-Naba : 9)
Ketika kita mengeluh : "Berat banget yah gak sanggup rasanya"
Allah menjawab : "Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya." (Qs. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : "Stres atau panik...."
Allah menjawab : "Hanya dengan mengingat-Ku hati akan menjadi tenang." (Qs. Ar-Ro'd : 28)
Ketika kita mengeluh : "Yahh,,, ini semua mah bakal sia-sia......"
Allah menjawab : " Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya." (Qs. Al-Zalzalah)
Ketika kita mengeluh : "Sendirian....tidak ada orang yang ingin membantu"
Allah menjawab : "Berdoalah (Mintalah) kepada-Ku, niscaya aku kabulkan untukmu (Qs. Al-Mukmin : 60)
Ketika kita mengeluh : "Duhh,, sedih banget"
Allah menjawab : "La tahzan, Innallaha Ma'ana. Janganlah kamu berduka cita sesungguhnya Allah bersama kita (Qs. At-Taubah : 40)
Ketika kita mengeluh : "Duh sudah putus asa banget nih..."
Allah menjawab : "..... dan jangan kamu putus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir (Qs. Yusuf : 87)
Ketika kita mengeluh : "Benci banget, kenapa ini harus terjadi..."
Allah menjawab : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu pula menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
Mari kita bersihkan hati untuk menuju Ridha Ilahi
Cinta Islam
Belajar lah rendah hati dari orang yang meninggi, belajar sabar dari orang yang mencaci.
Minggu, 15 Februari 2015
Sayyidina Hasan dan Pemuda Badui
Sayyidina Hasan bin Ali r.a. adalah seorang tokoh islam yang sangat dicintai oleh umat islam. Sebagai seorang cucu Rasulullah S.A.W beliau adalah ibarat permata di zaman hidupnya karena memiliki budi pekerti yang mulia dan terpuji.
Pada suatu hari Sayyidina Hasan sedang duduk di depan pintu rumahnya, tiba-tiba datang seorang pemuda badui lalu mencacinya dan kedua ibu bapaknya.
Anehnya Sayyidina Hasan hanya mendengar saja tanpa sedikit pun berubah mukanya atau membalas kata-katanya itu.
Kemudian Sayyidina Hasan berkata kepada pemuda badui itu :
"Wahai Badui adakah engkau lapar atau haus? atau adakah sesuatu yang merungsingkan hati engkau?"
Pemuda badui itu tanpa memperdulikan perkataan Sayyidina Hasan, badui itu tetap mencaci makinya.
Lalu Sayyidina Hasan pun menyuruh pembantu rumahnya membawa kantong yang berisi uang perak lalu diberikan kepada badui itu dan berkata "Wahai badui, maafkanlah saya. Hanya ini saja yang miliki. Jika ada yang lebih tidak akan saya sembunyikan dari pada mu."
Sikap dan layanan Sayyidina Hasan itu pun akhirnya berhasil melembutkan hati pemuda badui tersebut.
Pemuda badui itu menangis terisak-isak lalu bersujud di kaki Sayyidina Hasan dan berkata "Wahai cucu baginda Rasulullah SAW maafkanlah aku karena telah berlaku kasar kepadamu. Sebenarnya aku sengaja melalukan hal seperti ini untuk menguji kebaikan dan budi pekerti mu sebagai cucu baginda Rasulullah SAW yang aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahwa Engkau mempunyai budi pekerti yang mulia sekali.
Subhanallah
Wallahu'alam bishoab.
semoga kita bisa meneladani cucu baginda Rasulullah SAW..
semoga bermanfaat :)
Pada suatu hari Sayyidina Hasan sedang duduk di depan pintu rumahnya, tiba-tiba datang seorang pemuda badui lalu mencacinya dan kedua ibu bapaknya.
Anehnya Sayyidina Hasan hanya mendengar saja tanpa sedikit pun berubah mukanya atau membalas kata-katanya itu.
Kemudian Sayyidina Hasan berkata kepada pemuda badui itu :
"Wahai Badui adakah engkau lapar atau haus? atau adakah sesuatu yang merungsingkan hati engkau?"
Pemuda badui itu tanpa memperdulikan perkataan Sayyidina Hasan, badui itu tetap mencaci makinya.
Lalu Sayyidina Hasan pun menyuruh pembantu rumahnya membawa kantong yang berisi uang perak lalu diberikan kepada badui itu dan berkata "Wahai badui, maafkanlah saya. Hanya ini saja yang miliki. Jika ada yang lebih tidak akan saya sembunyikan dari pada mu."
Sikap dan layanan Sayyidina Hasan itu pun akhirnya berhasil melembutkan hati pemuda badui tersebut.
Pemuda badui itu menangis terisak-isak lalu bersujud di kaki Sayyidina Hasan dan berkata "Wahai cucu baginda Rasulullah SAW maafkanlah aku karena telah berlaku kasar kepadamu. Sebenarnya aku sengaja melalukan hal seperti ini untuk menguji kebaikan dan budi pekerti mu sebagai cucu baginda Rasulullah SAW yang aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahwa Engkau mempunyai budi pekerti yang mulia sekali.
Subhanallah
Wallahu'alam bishoab.
semoga kita bisa meneladani cucu baginda Rasulullah SAW..
semoga bermanfaat :)
YAA TARIM WA AHLAHA
Assalamualaikum wr.wb sahabat fillah,
Mungkin kita sering melihat/mendengar kalimat : YAA TARIM WA AHLAHA,,
Kalimat apakah itu,,??
Kalimat apakah itu,,??
Kata-kata tersebut merupakan bentuk tawasul dengan penduduk Tarim yang dikenal shaleh dan dekat kepada Allah Swt.
Kota Tarim sudah ada semenjak abad ke 13 sebelum masehi.Secara geografis kota ini terletak di dataran rendah yang dikelilingi bukit pasir berbatu.
Saat kunjungannya ke Kota Tarim, Sayyidina Abubakar Ash-Shiddiq bermunajat dengan tiga doa:
* Semoga kota Tarim diberi aman dan kemakmuran
* Semoga kota tarim diberikan berkah sumber airnya
* semoga kota tarim ini akan menumbuhkan ulama dan auliya' seperti tanah menumbuhkan rumput
* Semoga kota Tarim diberi aman dan kemakmuran
* Semoga kota tarim diberikan berkah sumber airnya
* semoga kota tarim ini akan menumbuhkan ulama dan auliya' seperti tanah menumbuhkan rumput
Dan do'a tersebut dikabulkan oleh Allah SWT
Maka dari itu Para Dzurriyah Rasulullah zaman dulu hijrah ke kota Tarim untuk menyelamatkan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah.
Maka dari itu Para Dzurriyah Rasulullah zaman dulu hijrah ke kota Tarim untuk menyelamatkan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah.
Kemudian dari sinilah kaum Alawiyyin melahirkan generasi dakwah yang telah menyebarkan Islam ke seluruh pelosok dunia dengan akidah murninya termasuk ke Indonesia dari zaman Wali Songo bahkan sebelumnya hingga sekarang ini.
Tarim disebut sebagai pusat pendidikan Islam. Di kota ini banyak terdapat institusi pendidikan, seperti Rubat Tareem, Dar al Mostafa,Dar Zahra,Jamia'tul Ahgaf, Ribat Alfath & banyak lainnya.Kota Tarim menyimpan sejarah peradaban Islam sejak abad ke-4 Hijriyah.
Banyaknya para ulama yang terbentuk & banyaknya para wali-wali Allah yang ada disana menjadikan kota Tarim sampai saat ini sebagai kota idola para penuntut Ilmu Agama.
YAA RABBANA BIL MUSTHAFA BALIGHNA TARIM, HADRAMAUT
Wahai Tuhan kami, dengan kemulyaan al-Musthafa (Sayyidina Muhammad saw) sampaikanlah kami ke Tarim, Hadramaut. Amin.
اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيّدنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلۓِ سَيّدنَا مُحَمَّدٍ
Wahai Tuhan kami, dengan kemulyaan al-Musthafa (Sayyidina Muhammad saw) sampaikanlah kami ke Tarim, Hadramaut. Amin.
اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيّدنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلۓِ سَيّدنَا مُحَمَّدٍ
Kamis, 25 Desember 2014
Amalan Shalawat Bulan Maulid
AMALAN SHALAWAT BULAN MAULID ( RABIUL AWAL )
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
 

Allahumma shalli ‘ala ruhi Muhammadin fil arwahi wa ‘ala jasadihi fil ajsadi wa ‘ala qabrihi fil quburi
Ya Allah, limpahkan shalawat kepada ruh Muhammad di natara seluruh ruh,
kepada jasadnya di antara seluruh jasad, serta kepada kuburnya di antara
seluruh kubur.
Imam al-Sya’rani mengutip sabda Rasul “Siapa mengucapkan shalawat
diatas, ia akan melihatku dalam mimpi. Sementara siapa yang melihatku
dalam mimpi ia akan melihatku di hari kiamat. siapa yang melihatku di
hari kiamat, ia akan mendapatkan syafaatku. yang mendapatkan syafaatku,
ia akan meminum dari telagaku serta Allah akan mengharamkan jasadnya
dari api neraka”
perkataan serupa juga disebutkan di Syarh al-Dala’il disertai tambahan
70x. Al-Fakihani bercerita “Saya telah mencoba membaca shalawat tersebut
sebelum tidu hingga tertidur. dalam mimpi saya melihat wajah beliau
yang mulia di tengah rembulan. saya berbicara dengan beliau, kemudian
beliau menghilang dibalik rembulan. saya berdoa kepada Allah lewat
kedudukan beliau yang mulia agar bisa menggapai nikmat abadi yang beliau
janjikan dalam hadis diatas.
Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa Allahyarham juga mengijazahkan shalawat ini sebagai mana berkataan beliau :
mengenai berjumpa dg Rasul saw adalah dg merindukan beliau saw dan
memperbanyak amalan sunnah semampunya, dan memperbanyak shalawat, beliau saw mencintai kita dan memperhatikan kita lebih dari ayah bunda kita,beliau saw adalah ayah ruh bagi semua ummatnya, maka ruh kita tetap mudah berhubungan dengan ruh beliau saw, lewat mimpi misalnya, nah..
perkuat hubungan ruh anda dengan ruh beliau saw dengan shalawat ini :
“Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala
Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur” (wahai Allah limpahkan
shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula
pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur)
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
 

Allahumma shalli ‘ala ruhi Muhammadin fil arwahi wa ‘ala jasadihi fil ajsadi wa ‘ala qabrihi fil quburi
Ya Allah, limpahkan shalawat kepada ruh Muhammad di natara seluruh ruh,
kepada jasadnya di antara seluruh jasad, serta kepada kuburnya di antara
seluruh kubur.
Imam al-Sya’rani mengutip sabda Rasul “Siapa mengucapkan shalawat
diatas, ia akan melihatku dalam mimpi. Sementara siapa yang melihatku
dalam mimpi ia akan melihatku di hari kiamat. siapa yang melihatku di
hari kiamat, ia akan mendapatkan syafaatku. yang mendapatkan syafaatku,
ia akan meminum dari telagaku serta Allah akan mengharamkan jasadnya
dari api neraka”
perkataan serupa juga disebutkan di Syarh al-Dala’il disertai tambahan
70x. Al-Fakihani bercerita “Saya telah mencoba membaca shalawat tersebut
sebelum tidu hingga tertidur. dalam mimpi saya melihat wajah beliau
yang mulia di tengah rembulan. saya berbicara dengan beliau, kemudian
beliau menghilang dibalik rembulan. saya berdoa kepada Allah lewat
kedudukan beliau yang mulia agar bisa menggapai nikmat abadi yang beliau
janjikan dalam hadis diatas.
Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa Allahyarham juga mengijazahkan shalawat ini sebagai mana berkataan beliau :
mengenai berjumpa dg Rasul saw adalah dg merindukan beliau saw dan
memperbanyak amalan sunnah semampunya, dan memperbanyak shalawat, beliau saw mencintai kita dan memperhatikan kita lebih dari ayah bunda kita,beliau saw adalah ayah ruh bagi semua ummatnya, maka ruh kita tetap mudah berhubungan dengan ruh beliau saw, lewat mimpi misalnya, nah..
perkuat hubungan ruh anda dengan ruh beliau saw dengan shalawat ini :
“Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala
Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur” (wahai Allah limpahkan
shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula
pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur)
Kamis, 18 Desember 2014
cerita hikmah
"Kisah Tukang Bangunan"
Ada seorang tukang bangunan yg tlh bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong.
Ia pun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu utk keluarganya.
Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda dgn syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun."
Si tukang bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang, iapun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat. Ia serahkan kunci rumah kpd sang Pemborong.
Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adlh hadiah untukmu,
krn telah lama bekerja bersamaku."
Maka terkejutlah tukang bangunan itu, dan ada rasa sesal kenapa rumah yg akhirnya hendak ia tempati itu dikerjakannya scr asal2an.
*Faedah*
Ibadah yg kita kerjakan di dunia ini,
tak lain adlh 'rumah' yg sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia. Jangan sampai kelak kita menyesal krn kita menempati rumah buruk yg kita bangun asal2an.
Wallahu 'alam
Semoga menjadi pembelajaran..
Ada seorang tukang bangunan yg tlh bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong.
Ia pun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu utk keluarganya.
Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda dgn syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun."
Si tukang bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang, iapun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat. Ia serahkan kunci rumah kpd sang Pemborong.
Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adlh hadiah untukmu,
krn telah lama bekerja bersamaku."
Maka terkejutlah tukang bangunan itu, dan ada rasa sesal kenapa rumah yg akhirnya hendak ia tempati itu dikerjakannya scr asal2an.
*Faedah*
Ibadah yg kita kerjakan di dunia ini,
tak lain adlh 'rumah' yg sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia. Jangan sampai kelak kita menyesal krn kita menempati rumah buruk yg kita bangun asal2an.
Wallahu 'alam
Semoga menjadi pembelajaran..
Muhasabah Pagi
Habib Munzir Al Musawa:
Banyak orang yg beramal baik tapi hatinya jahat, mengkufurkan orang muslim, mencaci para wali Allah, mencaci para shalihin, melarang orang bertabarruk atau bertawassul pada nabi dan shalihin, atau mencaci sahabat Nabi saw,
namun amal mereka baik, banyak qiyamullail, banyak puasa, banyak menghafal Alqur,an, banyak berinfak sedekah, membangun masjid dll, dan caci maki merekapun dianggap orang awam adalah kebenaran, karena mereka berkedok membasmi kebatilan, yaitu dengan memusyrikkan orang ziarah dlsb..
nah.. mereka yg seperti inilah yg akan Allah balikkan hatinya di saat hampir wafat untuk mati dalam su;ul khatimah, karena Allah swt telah berfirman dalam hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari : "Barangsiapa memusuhi wali waliku maka kuumumkan perang padanya".
maka kalau Allah sudah mengumumkan perang padanya, sudah bisa dipastikan ia akan mati dalam kekufuran dan su'ul khatimah..
sebaliknya ada orang yg banyak bermaksiat misalnya, namun ia sangat cinta pada shalihin, cinta pada Allah, cinta pada Rasul, namun ia masih terus terjebak dosa dosa, maka Allah swt akan balikkan keadaannya di wafatnya dalam keadaan husnul khatimah, Allah berikan padanya hidayah dan keinginan bertobat, Allah swt berikan dan penuhi hatinya dengan penyesalan atas semua dosa, lalu ia menangis, bersujud, merintih pada Allah, dan wafat dalam keadaan itu..
sebagaimana hadits nabi saw riwayat shahih Bukhari : ketika Abu Dzar ra bertanya pada Rasul saw : :Wahai Rasulullah, bagaimana dengan suatu kaum yg mencintai kaum lainnya tapi ia tak mampu menyusul seperti amal shalih mereka?, Rasul saw menjawab : "Engkau akan bersama orang yg kau cintai wahai Abu Dzar"
anas bin malik ra berkata ketika mendegar hadits ini sungguh aku sangat gembira, karena aku bisa bersama Rasul saw, aku mencintai Rasul saw, Abubakar dan Umar, walau aku tak mampu menyusul dengan amal mereka" (shahih Bukhari)
Banyak orang yg beramal baik tapi hatinya jahat, mengkufurkan orang muslim, mencaci para wali Allah, mencaci para shalihin, melarang orang bertabarruk atau bertawassul pada nabi dan shalihin, atau mencaci sahabat Nabi saw,
namun amal mereka baik, banyak qiyamullail, banyak puasa, banyak menghafal Alqur,an, banyak berinfak sedekah, membangun masjid dll, dan caci maki merekapun dianggap orang awam adalah kebenaran, karena mereka berkedok membasmi kebatilan, yaitu dengan memusyrikkan orang ziarah dlsb..
nah.. mereka yg seperti inilah yg akan Allah balikkan hatinya di saat hampir wafat untuk mati dalam su;ul khatimah, karena Allah swt telah berfirman dalam hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari : "Barangsiapa memusuhi wali waliku maka kuumumkan perang padanya".
maka kalau Allah sudah mengumumkan perang padanya, sudah bisa dipastikan ia akan mati dalam kekufuran dan su'ul khatimah..
sebaliknya ada orang yg banyak bermaksiat misalnya, namun ia sangat cinta pada shalihin, cinta pada Allah, cinta pada Rasul, namun ia masih terus terjebak dosa dosa, maka Allah swt akan balikkan keadaannya di wafatnya dalam keadaan husnul khatimah, Allah berikan padanya hidayah dan keinginan bertobat, Allah swt berikan dan penuhi hatinya dengan penyesalan atas semua dosa, lalu ia menangis, bersujud, merintih pada Allah, dan wafat dalam keadaan itu..
sebagaimana hadits nabi saw riwayat shahih Bukhari : ketika Abu Dzar ra bertanya pada Rasul saw : :Wahai Rasulullah, bagaimana dengan suatu kaum yg mencintai kaum lainnya tapi ia tak mampu menyusul seperti amal shalih mereka?, Rasul saw menjawab : "Engkau akan bersama orang yg kau cintai wahai Abu Dzar"
anas bin malik ra berkata ketika mendegar hadits ini sungguh aku sangat gembira, karena aku bisa bersama Rasul saw, aku mencintai Rasul saw, Abubakar dan Umar, walau aku tak mampu menyusul dengan amal mereka" (shahih Bukhari)
Rabu, 15 Oktober 2014
Langganan:
Komentar (Atom)



