Kamis, 25 Desember 2014

Amalan Shalawat Bulan Maulid

AMALAN SHALAWAT BULAN MAULID ( RABIUL AWAL )

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اَللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
⁠ 
⁠

Allahumma shalli ‘ala ruhi Muhammadin fil arwahi wa ‘ala jasadihi fil ajsadi wa ‘ala qabrihi fil quburi

Ya Allah, limpahkan shalawat kepada ruh Muhammad di natara seluruh ruh,
kepada jasadnya di antara seluruh jasad, serta kepada kuburnya di antara
seluruh kubur.

Imam al-Sya’rani mengutip sabda Rasul “Siapa mengucapkan shalawat
diatas, ia akan melihatku dalam mimpi. Sementara siapa yang melihatku
dalam mimpi ia akan melihatku di hari kiamat. siapa yang melihatku di
hari kiamat, ia akan mendapatkan syafaatku. yang mendapatkan syafaatku,
ia akan meminum dari telagaku serta Allah akan mengharamkan jasadnya
dari api neraka”

perkataan serupa juga disebutkan di Syarh al-Dala’il disertai tambahan
70x. Al-Fakihani bercerita “Saya telah mencoba membaca shalawat tersebut
sebelum tidu hingga tertidur. dalam mimpi saya melihat wajah beliau
yang mulia di tengah rembulan. saya berbicara dengan beliau, kemudian
beliau menghilang dibalik rembulan. saya berdoa kepada Allah lewat
kedudukan beliau yang mulia agar bisa menggapai nikmat abadi yang beliau
janjikan dalam hadis diatas.

Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa Allahyarham juga mengijazahkan shalawat ini sebagai mana berkataan beliau :

mengenai berjumpa dg Rasul saw adalah dg merindukan beliau saw dan
memperbanyak amalan sunnah semampunya, dan memperbanyak shalawat, beliau saw mencintai kita dan memperhatikan kita lebih dari ayah bunda kita,beliau saw adalah ayah ruh bagi semua ummatnya, maka ruh kita tetap mudah berhubungan dengan ruh beliau saw, lewat mimpi misalnya, nah..
perkuat hubungan ruh anda dengan ruh beliau saw dengan shalawat ini :

“Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala
Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur” (wahai Allah limpahkan
shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula
pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur)

Kamis, 18 Desember 2014

cerita hikmah

"Kisah Tukang Bangunan"


Ada seorang tukang bangunan yg tlh bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong.
Ia pun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu utk keluarganya.

Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda dgn syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun."

Si tukang bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang, iapun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat. Ia serahkan kunci rumah kpd sang Pemborong.

Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adlh hadiah untukmu,
krn telah lama bekerja bersamaku."

Maka terkejutlah tukang bangunan itu, dan ada rasa sesal kenapa rumah yg akhirnya hendak ia tempati itu dikerjakannya scr asal2an.

*Faedah*

Ibadah yg kita kerjakan di dunia ini,
tak lain adlh 'rumah' yg sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia. Jangan sampai kelak kita menyesal krn kita menempati rumah buruk yg kita bangun asal2an.

Wallahu 'alam

Semoga menjadi pembelajaran..

Muhasabah Pagi

Habib Munzir Al Musawa:

Banyak orang yg beramal baik tapi hatinya jahat, mengkufurkan orang muslim, mencaci para wali Allah, mencaci para shalihin, melarang orang bertabarruk atau bertawassul pada nabi dan shalihin, atau mencaci sahabat Nabi saw,

namun amal mereka baik, banyak qiyamullail, banyak puasa, banyak menghafal Alqur,an, banyak berinfak sedekah, membangun masjid dll, dan caci maki merekapun dianggap orang awam adalah kebenaran, karena mereka berkedok membasmi kebatilan, yaitu dengan memusyrikkan orang ziarah dlsb..

nah.. mereka yg seperti inilah yg akan Allah balikkan hatinya di saat hampir wafat untuk mati dalam su;ul khatimah, karena Allah swt telah berfirman dalam hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari : "Barangsiapa memusuhi wali waliku maka kuumumkan perang padanya".

maka kalau Allah sudah mengumumkan perang padanya, sudah bisa dipastikan ia akan mati dalam kekufuran dan su'ul khatimah..

sebaliknya ada orang yg banyak bermaksiat misalnya, namun ia sangat cinta pada shalihin, cinta pada Allah, cinta pada Rasul, namun ia masih terus terjebak dosa dosa, maka Allah swt akan balikkan keadaannya di wafatnya dalam keadaan husnul khatimah, Allah berikan padanya hidayah dan keinginan bertobat, Allah swt berikan dan penuhi hatinya dengan penyesalan atas semua dosa, lalu ia menangis, bersujud, merintih pada Allah, dan wafat dalam keadaan itu..

sebagaimana hadits nabi saw riwayat shahih Bukhari : ketika Abu Dzar ra bertanya pada Rasul saw : :Wahai Rasulullah, bagaimana dengan suatu kaum yg mencintai kaum lainnya tapi ia tak mampu menyusul seperti amal shalih mereka?, Rasul saw menjawab : "Engkau akan bersama orang yg kau cintai wahai Abu Dzar"
anas bin malik ra berkata ketika mendegar hadits ini sungguh aku sangat gembira, karena aku bisa bersama Rasul saw, aku mencintai Rasul saw, Abubakar dan Umar, walau aku tak mampu menyusul dengan amal mereka" (shahih Bukhari)